Tentang
Nusaqi – Nursing Upgrade Safety Assurance and Quality Improvement adalah pendekatan terintegrasi dalam manajemen keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis/sistem keperawatan (Upgrade), menjamin tidak adanya bahaya atau kesalahan medis dalam asuhan keperawatan (Safety Assurance), serta melakukan perbaikan standar pelayanan secara berkelanjutan (Quality Improvement).
Logo


Konsep ini menggabungkan tiga pilar utama dalam tata kelola klinis keperawatan (nursing clinical governance):
1. Nursing Upgrade (Peningkatan Kualifikasi & Sistem)
Fokus pada pengembangan kapasitas staf keperawatan dan pembaruan alur kerja berbasis bukti (Evidence-Based Practice).
- Pengembangan Kompetensi: Pelatihan berkelanjutan, audit keterampilan klinis, dan sertifikasi spesifik.
- Modernisasi & Digitalisasi: Penerapan Electronic Medical Record (EMR/e-Askep), penggunaan teknologi interaktif/simulasi, dan simplifikasi dokumentasi asuhan.
- Optimalisasi Beban Kerja: Penataan nurse-to-patient ratio untuk mencegah kelelahan (burnout) yang memicu human error.
2. Safety Assurance (Jaminan Keselamatan)
Sistem pencegahan proaktif dan reaktif untuk memastikan pasien dan staf keperawatan terhindar dari risiko cedera.
Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP):
Ketepatan identifikasi pasien.
- Peningkatan komunikasi efektif (contoh: metode SBAR / TBAK).
- Peningkatan keamanan obat-obatan yang perlu diwaspadai (High-Alert/LASA).
- Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi.
- Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs/PPI).
- Pengurangan risiko pasien jatuh.
Manajemen Risiko & Pelaporan Insiden: Budaya keselamatan tanpa menyalahkan (no-blame culture) untuk melaporkan Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), hingga Sentinel Event.
3. Quality Improvement (Peningkatan Mutu Berkelanjutan)
Proses evaluasi sistematis terhadap layanan keperawatan dengan pendekatan siklus PDCA/PDSA (Plan-Do-Check/Study-Act).
Indikator Mutu Keperawatan: Pemantauan angka dekubitus, kelengkapan pengkajian awal 24 jam, kepatuhan kebersihan tangan, serta tingkat kepuasan pasien.
Analisis Data: Penggunaan fishbone diagram, Root Cause Analysis (RCA), atau FMEA untuk mencari akar masalah klinis dan menyusun rencana perbaikan.